Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu Ngecam Keras Program MBG Segera Ada Pembenahan
Pasuruan.centralberitanews.com – Polemik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pasuruan semakin mendapat sorotan publik. Komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan pada Rabo (11/3/2026) menggelar audiensi bersama Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu(AJPB) di ruang rapat DPRD Kabupaten Pasuruan
Pertemuan yang berlangsung sejak Jam 11.00 hingga 14.00 WIB itu dihadiri sejumlah pejabat terkait, dengan agenda utama mendengar aspirasi masyarakat mengenai berbagai persoalan yang muncul dalam implementasi program unggulan pemerintah tersebut.
Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan. (Najib)Hadir pula Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan perwakilan Dinas Kesehatan , serta perwakilan Dinas Sosial. Forum berlangsung terbuka, diwarnai penyampaian data, kritik, dan masukan dari Ketua AJPB Dan Mas Roni Sebagai Komisoner Ajpb, yang kemudian ditanggapi langsung oleh pihak legislatif maupun eksekutif.
Dalam Sambutanya, Henry sulfianto Ketua AJPB menyampaikan Beberapa tuntutan utama terkait perbaikan program MBG. Beberapa di antaranya adalah:
* Pelaksanaan program MBG dikembalikan ke sekolah masing-masing.
* Pertanggungjawaban SPPI atas lemahnya pengawasan distribusi.
* Distribusi makanan tidak lagi dibebankan kepada guru maupun siswa, melainkan sepenuhnya ditangani oleh tim MBG.
* Evaluasi kelayakan dapur penyedia MBG.
* Penguatan tanggung jawab Satgas.
* Keterlibatan ahli gizi untuk memastikan mutu gizi serta higienitas makanan yang dibagikan.
, Henry Juga menegaskan bahwa meskipun tujuan program MBG sangat mulia, realitas di lapangan jauh dari harapan.
Sementara Roni Sebagai Komisioner AJPB Menambahkan DenganProgram MBG ini tujuannya mulia, tetapi pelaksanaan di lapangan justru menimbulkan masalah baru. Dari dapur yang tidak layak, pembagian yang kacau, hingga dugaan adanya Ketidak beresan Dalam Bekerja. Kami tidak ingin anak-anak kita menjadi korban dari program yang semestinya menyehatkan,” ujarnya.
Lanjut Masroni, Komisioner AJPB, memulai dengan menyoroti anomali tata kelola dan anggaran. Ia memaparkan mekanisme pencairan dana yang mencapai Rp500 juta per SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan nilai bantuan Rp15.000 per porsi. Namun, Kenyataannya Di Lapangan, kualitas pangan jauh dari kata layak Cetusnya
“Hal ini tentu sangat berisiko terhadap kualitas gizi dan keamanan pangan yang dikonsumsi oleh siswa. Kami tidak ingin program yang seharusnya menyehatkan justru menjadi sumber penyakit karena lemahnya standar higienitas,” tegas mas Roni
“Kami akan menindaklanjuti semua masukan dari masyarakat. Program MBG harus berjalan sesuai aturan, transparan, dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi . Kami ingin memastikan anak-anak benar-benar mendapatkan makanan bergizi yang aman dan layak,” imbuhnya
Audiensi yang berlangsung tertib dan penuh dialog terbuka itu akhirnya ditutup dengan kesepakatan bahwa program MBG harus segera dibenahi.
Semua pihak sepakat bahwa pelaksanaan MBG harus dikembalikan pada tujuan awal: memberikan manfaat nyata bagi siswa, memastikan asupan gizi yang sehat, serta menjauhkan program dari kepentingan politik maupun praktik yang berpotensi merugikan masyarakat.
Dengan berbagai masukan, kritik, dan komitmen yang muncul dalam audiensi ini, publik kini menanti langkah konkret DPRD Kabupaten Pasuruan Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu untuk membenahi program MBG agar benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat. (Yan)
