
Kota Madiun, Centralberitanews.com — RSUD Kota Madiun terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik dan profesional bagi masyarakat Madiun. Tidak hanya fokus dalam penanganan kesehatan secara fisik, namun kesehatan mental juga sangat penting untuk masyarakat.
Dalam hal ini yaitu layanan kesehatan jiwa. Dan per januari 2026 ini, RSUD Kota Madiun sudah dilengkapi dengan dokter spesialis jiwa.
RSUD Kota Madiun dulu pernah memiliki layanan kejiwaan. Namun, karena dokter spesialis jiwa harus ke RSUD Soedono, maka layanan tersebut terpaksa dihentikan.
Dan kini poli jiwa di RSUD Kota Madiun sudah kembali beroperasi sejak pertengahan Desember 2025 lalu. Dari sejak dibuka sudah lebih dari 300 masyarakat yang dilayani. Namun, kebanyakan terkait urusan mencari surat kesehatan rohani.
“Ya, dengan hadirnya poli jiwa, RSUD Kota Madiun tidak hanya bisa melayani surat kesehatan jasmani. Tetapi juga surat kesehatan rohani.” ujar Dr. Muhammad Nur, Direktur RSUD Kota Madiun Senin (30/03/2026).
“Dan untuk dokternya pun sudah tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan penempatan di RSUD Kota Madiun. Pasien pun tidak hanya dari umum, namun juga sudah bisa melayani untuk pasien BPJS,” lanjutnya.
Di sisi lain dokter spesialis jiwa RSUD Kota Madiun dr. Syaiful Anwar juga menyebutkan selain urusan mencari surat kesehatan rohani, pasiennya didominasi kasus-kasus kecemasan hingga depresi.

Mereka yang berobat datang dari beragam usia, Dari anak-anak hingga dewasa. Dia menyebut urusan kesehatan jiwa baiknya juga harus diberikan perhatian.
Pasalnya, mereka yang datang biasanya sudah dalam kondisi gangguan kejiwaan kelompok berat. Padahal, orang dengan gangguan jiwa juga disertai tanda-tanda sebelumnya.
Dan biasanya perubahan perilaku, perbuatan, dan perasaan. Pemeriksaan baiknya segera dilakukan jika yang bersangkutan maupun orang di sekitar mulai terganggu akibat perubahan tersebut.
“Ada baiknya untuk mengambil langkah melakukan skrinning kesehatan jiwa secara berkala,” tandasnya.
Untuk tingkat kunjungan di Poli Jiwa pun mengalami peningkatan. Tidak sekedar konsultasi, namun juga bisa melayani yang berkaitan dengan kesehatan jiwa.
Karena tidak hanya orang dengan riwayat gangguan jiwa tetapi juga ada pelayanan lainnya seperti surat sehat rohani, ada juga yang gangguan tidur itu pun bisa berkonsultasi,” ungkapnya.
Syaiful tak menampik adanya stigma negatif akan poli jiwa yang masih cukup melekat, kebanyakan masyarakat enggan berobat meski sudah muncul tanda-tanda. Padahal, urusan kesehatan jiwa tidak hanya terkait gangguan kejiwaan.
‘’Ini merupakan PR besar kita bersama, dengan harapan stigma itu bisa semakin pupus sehingga masyarakat tidak enggan untuk berobat ke poli jiwa,’’ pungkasnya. (Nd)


