
Surabaya, Centralberitanews.com – Film drama Indonesia berjudul *”Suamiku Lukaku”* yang akan tayang di bioskop pada 27 Mei 2026, Panitia menggelar acara promosi di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (17/05/2026).

Film yang disutradarai oleh Sharad Sharaan dan Viva Westi ini diproduksi oleh “SinemArt” Kegiatan promosi tersebut menjadi ajang perkenalan film kepada masyarakat Surabaya sekaligus memperkenalkan isu sosial yang diangkat dalam cerita.
Flm “Suamiku Lukaku” mengangkat kisah kekerasan dalam rumah tangga melalui tokoh Amina yang diperankan *Acha Septriasa*, berhadapan dengan suaminya Irfan yang diperankan *Baim Wong*. Film ini juga dibintangi *Raline Shah*, *Ayu Azhari*, dan *Mathias Muchus*.

Dipilihnya Taman Bungkul sebagai lokasi promosi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat umum. Pihak produksi berharap film ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga pemantik kesadaran terhadap pentingnya upaya pencegahan dan penanganan KDRT di lingkungan masyarakat.
Dalam keteranganya penyelenggara. Ibu Fira menyampaikan, Rangkaian promosi film drama *”Suamiku Lukaku”* di Surabaya tidak hanya berhenti di panggung hiburan. Kegiatan ini digelar untuk memotivasi perempuan korban kekerasan fisik agar Ibu ibu “berani bersuara dan tidak takut*, sekaligus memberi pesan tegas kepada para suami agar menghentikan tindakan KDRT.
Acara diikuti oleh berbagai komunitas, termasuk komunitas ojek online dan komunitas lainnya. Rute kegiatan dimulai dari *Masjid Al-Falah menuju arah Darmo*, sambil melakukan kampanye dan promosi film _”Suamiku Lukaku”_.
Lebih lanjut Panitiya menyampaikan bahea Besok, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan *talkshow* yang menghadirkan, Ibu Arumi, Ibu Risma, artis Ayu Azhari, dan Putri Ayundia. Talkshow pertama digelar pukul *13.00–14.00 WIB*, dan sesi kedua pukul *16.00 WIB*, bertempat di *Atrium Royal Plaza Surabaya*.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap para perempuan korban kekerasan berani berbicara dan tidak takut melapor, juga agar anak-anak tidak lagi menjadi korban dari situasi rumah tangga yang tidak sehat, serta memberikan efek jera bagi laki-laki agar tidak mudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga.
(@.prm).


