
Tulungagung, Centralberitanews.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Tulungagung memperkuat posisinya sebagai garda terdepan pelayanan publik melalui peluncuran program strategis Gerdu Kalimasada (Gerakan Peduli Kawasan Lingkungan Masyarakat Sadar Adminduk Data Akurat).
Program ini dicanangkan secara resmi oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dalam sebuah acara yang meriah di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Jumat (28/11/2025).
Gerdu Kalimasada hadir sebagai solusi menyeluruh untuk mewujudkan layanan administrasi kependudukan (adminduk) yang lebih cepat, mudah diakses, dekat dengan warga, dan yang terpenting, sepenuhnya gratis tanpa pungutan apa pun.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dispendukcapil Tulungagung, Nina Hartiani, S.H., M.AP., Gerdu Kalimasada tidak hanya berfokus pada layanan reguler di kantor, tetapi diperkuat dengan strategi “jemput bola” yang masif.
Petugas dinas akan turun langsung ke lapangan untuk mendatangi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan dalam mengakses layanan, seperti:
*Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang membutuhkan pendampingan khusus.
*Lansia yang tidak mampu datang ke kantor.
*Penyandang disabilitas.
*Warga di daerah terpencil.
*Keluarga yang mengalami hambatan administratif.
“Gerdu Kalimasada kami rancang untuk menutup seluruh celah layanan, termasuk yang selama ini sulit terjangkau,” jelas Kepala Dispendukcapil. “Setiap warga harus terdata. Itu komitmen kami.”
Salah satu aspek yang menjadi garis tegas dalam program ini adalah jaminan layanan gratis 100 persen. Baik pengurusan KTP-el, KK, akta kelahiran, akta kematian, perubahan status, hingga reaktivasi data seluruhnya diberikan tanpa biaya.
Dalam pencanangan, Bupati Gatut Sunu Wibowo menekankan agar prinsip layanan tanpa pungutan dijalankan secara disiplin, transparan, dan konsisten.
Menyambut penekanan Bupati, Kepala Dispendukcapil turut menegaskan:
“Tidak boleh ada permainan, tidak boleh ada tarikan uang. Jika masyarakat menemukan penyimpangan, kami buka pintu pengaduan lebar-lebar.”
Dengan kejelasan ini, Dispendukcapil bertekad membangun kembali rasa percaya masyarakat terhadap layanan pemerintah.
Gerdu Kalimasada dirancang bukan sebagai program satu dinas, melainkan sebagai gerakan sistemik. Oleh karena itu, Dispendukcapil menggandeng desa, kelurahan, kader PKK, karang taruna, tokoh masyarakat, serta para ketua RT dan RW.
Keterlibatan struktur sosial di tingkat akar rumput ini bertujuan untuk memperluas sosialisasi sekaligus memastikan akurasi data. Dispendukcapil menegaskan bahwa basis data yang akurat hanya dapat terwujud jika masyarakat aktif melaporkan setiap perubahan, seperti alamat, status perkawinan, kelahiran, kematian, dan mutasi penduduk.
Melalui Gerdu Kalimasada, Dispendukcapil menargetkan peningkatan kualitas data kependudukan secara signifikan. Program ini menjadi sebuah perubahan paradigma: adminduk bukan sebatas dokumen, melainkan hak sipil yang wajib diberikan negara tanpa diskriminasi.
Data yang akurat akan menjadi fondasi bagi pemerintah untuk menentukan arah kebijakan secara tepat, mulai dari bantuan sosial, kesehatan, pendidikan, hingga penataan wilayah.
“Validitas data menentukan kualitas pembangunan daerah,” ujar Kepala Dispendukcapil. “Gerdu Kalimasada memastikan data itu diperbarui, diperbaiki, dan dimiliki seluruh warga.”
Peluncuran ini dihadiri jajaran penting pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., Sekretaris Daerah Drs. Tri Hariadi, M.Si., Pimpinan OPD, serta seluruh Camat, Kepala Desa, dan Lurah se-Kabupaten Tulungagung. Dukungan penuh ini menjadi penanda bahwa Gerdu Kalimasada adalah gerakan nyata untuk membenahi sektor adminduk hingga tuntas.


