
MAGETAN, Centralberitanews.com — Layanan antar obat pasien rawat jalan dulu di RSUD dr Sayidiman Magetan sudah sempat berjalan, namun karena terkendala suatu hal maka layanan antar obat berhenti.
Dan kini RSUD Sayidiman Magetan telah berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan mengaktifkan kembali layanan antar obat yang bekerjasama dengan PT POS Indonesia, sebagai upaya mengurangi kepadatan antrean di Instalasi Farmasi.

Layanan ini memungkinkan pasien yang memenuhi syarat untuk menerima obat tanpa harus menunggu lama di ruang tunggu rumah sakit.
Kepala Instalasi Farmasi RSUD dr. Sayidiman Magetan, Nur Aini, mengatakan layanan pengantaran obat tersebut telah berjalan hampir empat tahun.
Inovasi itu dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi pasien sekaligus mengatasi keterbatasan ruang tunggu farmasi yang kerap mengalami kepadatan.
“Dalam satu hari resep itu bisa sampai 500-600 resep dan kadang secara bersamaan datang. Ruang tunggunya terbatas,” ujar Nur Aini.
Jangkauan wilayah layanan antar obat dalam wilayah kabupaten Magetan (18 Kecamatan) dikenakan biaya Rp 10.000,- sedangkan untuk jangkauan wilayah diluar Kabupaten Magetan akan dikenakan biaya tambahan.
Petugas PT. Pos Indonesia standby di Instalasi Farmasi mulai pagi sampai dengan pasien habis. Cara pembayaran layanan antar obat dilakukan di awal saat pasien di konfirmasi petugas PT Pos Indonesia untuk alamat pengiriman obat.
Penyerahan resep kebagian Farmasi pada hari Senin sampai dengan Kamis di batasi sampai dengan pukul 14.00 sedangkan untuk hari Jum’at pukul 11.00.
Meski memberikan kemudahan, layanan ini memiliki ketentuan tertentu. Tidak semua jenis obat dapat dikirim melalui layanan pengantaran.
Obat narkotik maupun psikotropik tunggal tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas tersebut karena termasuk obat yang berada dalam pengawasan.
Proses pengiriman obat umumnya dilakukan pada hari yang sama hingga malam hari. Namun, apabila terjadi peningkatan jumlah pesanan hingga menyebabkan layanan mengalami kelebihan kapasitas, pasien akan mendapatkan informasi apabila pengiriman harus dilakukan pada hari berikutnya.
Selain menyediakan layanan antar obat, RSUD dr. Sayidiman Magetan juga mengembangkan sistem pemantauan antrean melalui barcode.
Pasien dapat memindai barcode pada nomor antrean untuk mengetahui perkembangan antrean tanpa harus terus berada di ruang tunggu farmasi.
Nur Aini menyampaikan, inovasi pelayanan di Instalasi Farmasi RSUD dr. Sayidiman Magetan akan terus dikembangkan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien dalam memperoleh layanan obat. (Nd)


