Isu Ulat di Sayur MBG SMPN 3 Tulungagung Dibantah, Ini Klarifikasi Kepala Sekolah

Tulungagung,Centralberitanews.com-Isu adanya ulat dalam sajian sayur wortel pada kegiatan Makan Bersama Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Tulungagung, Selasa (14/10/2025), akhirnya terbantahkan. Setelah dilakukan pengecekan langsung, benda yang dikira ulat ternyata bukan hewan hidup, melainkan potongan bawang merah yang bentuknya mirip ulat.

Kepala Sekolah SMPN 3 Tulungagung, Heni, membenarkan bahwa informasi tersebut bermula dari laporan salah satu siswa kelas IX yang mengira menemukan ulat dalam makanannya. Namun setelah dilakukan pengecekan oleh wali kelas dan beberapa wali murid, dugaan itu tidak terbukti.

Memang ada satu anak kelas 9 yang mengira itu seperti ulat. Setelah diperiksa, dan dikonfirmasi juga ke wali murid yang membawa pulang makanan, ternyata bukan ulat, tapi potongan bawang merah yang bentuknya menyerupai ulat,” jelas Heni, Selasa (14/10/2025).

Heni menegaskan, hingga sore hari, tidak ada satu pun siswa atau guru yang melaporkan gangguan kesehatan usai menyantap makanan MBG.

Sampai hari ini tidak ada keluhan kesehatan. Semua aman dan terkendali,” tegasnya.

Advertisement

Namun, Heni juga menyayangkan munculnya isu yang cepat menyebar sebelum fakta sebenarnya dikonfirmasi. Menurutnya, penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat menimbulkan keresahan publik dan merugikan pihak sekolah.

Baca juga :  HUT Lanal Banyuwangi Ke-52, Gelar Kejuaraan Dayung Kano

Kami berharap kejadian seperti ini tidak kembali terjadi. Informasi yang belum jelas jangan langsung disebarkan. Kami tidak ingin kasus seperti di SMPN 1 Boyolangu kemarin terulang lagi,” tegasnya.

Kegiatan MBG di SMPN 3 Tulungagung diketahui menggunakan bahan makanan dari dapur SPPG Tanon. Setelah insiden ini, pihak sekolah bersama tim penyedia makanan bersepakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap bahan baku dan proses pengolahan makanan sebelum disajikan kepada peserta didik.

Langkah pengawasan tersebut menjadi penting, mengingat MBG merupakan program besar yang melibatkan ribuan siswa dan menyangkut keamanan pangan serta kredibilitas satuan pendidikan.

Advertisement

Pengaduan via WhatsApp?