
Surabaya, centralberitanews.com Kapal perang terbesar dan termutakhir yang dimiliki TNI Angkatan Laut KRI Prabu Siliwangi-321, akan memperkuat TNI AL Jajaran Koarmada II, kini resmi tiba dan sandar di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya, pada Minggu (29/3/2026).

Kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 disambut langsung oleh Panglima Koarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si. Penyambutan ini menandai bergabungnya unsur kapal perangAw3aa terbaru TNI AL dalam jajaran Koarmada II untuk memperkuat kekuatan unsur Satuan Kapal Eskorta.
Kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 ini dihimpun dati Dinas Penerangan Koarmada II, bahwa kapal Perang Prabu Siliwangi memiliki panjang 143 meter dan lebar 16,5 meter serta dilengkapi berbagai sistem persenjataan modern seperti meriam utama OTO Melara 127 mm, meriam 76 mm Strales, peluncur rudal vertikal untuk pertahanan udara, rudal anti kapal permukaan, torpedo anti kapal selam, serta senjata otomatis jarak dekat. Dengan kemampuan tersebut,
kapal ini memiliki kemampuan tempur yang modern dan multi peran. Selanjutnya, kapal ini akan memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut di bawah Satuan Kapal Eskorta Komando Armada II dengan Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja sebagai Komandan KRI bersama 162 Prajurit Pengawak KRI tersebut
KRI Prabu Siliwangi-321, kapal perang canggih buatan Italia, telah memulai perjalanan panjangnya dari Italia menuju Indonesia. Dengan kemampuan tempur modern dan multi peran, kapal ini akan memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut di bawah Satuan Kapal Eskorta Komando Armada II.
Dilengkapi dengan sistem persenjataan modern, KRI Prabu Siliwangi-321 siap melaksanakan berbagai misi operasi laut, termasuk patroli keamanan laut, peperangan permukaan, dan misi kemanusiaan. Kapal ini juga akan melakukan port visit di beberapa negara sahabat, seperti Maroko, Nigeria, Afrika Selatan, dan Mauritius, sebagai bagian dari diplomasi maritim TNI Angkatan Laut.
Bergabungnya KRI Prabu Siliwangi-321 di jajaran Koarmada II menunjukkan komitmen TNI Angkatan Laut untuk meningkatkan kesiapan operasional dalam menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia.
(@.prm)


