
Tulungagung, Centralberitanews.com – Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso menjadi saksi bisu berkumpulnya ratusan pecinta selawat dan seni hadrah dalam gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VI Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama (ISHARI NU) Kabupaten Tulungagung. Acara yang digelar pada Sabtu malam (3/1/2026) ini berlangsung penuh khidmat dan kental dengan nuansa religius.
Hadir secara langsung untuk membuka acara tersebut, Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., disambut hangat oleh para pengurus dan anggota ISHARI NU yang kompak mengenakan seragam putih dan peci hitam, mencerminkan identitas santri yang kuat.
Dalam pidato sambutannya, Bupati Gatut Sunu memberikan penghormatan tinggi terhadap eksistensi ISHARI NU. Ia menyebut bahwa ISHARI bukan sekadar organisasi hobi, melainkan penjaga gawang kebudayaan Islam di Nusantara.
”ISHARI NU adalah bukti nyata bahwa seni Islami mampu bertahan dari abad ke-19 hingga hari ini. Di tengah gempuran budaya asing dan arus digitalisasi, ISHARI tetap menjadi wadah yang memadukan keindahan seni, kekayaan budaya, dan kedalaman spiritualitas,” ungkap Bupati di hadapan para hadirin.
Beliau juga menekankan pentingnya seni hadrah dan selawat sebagai media dakwah yang santun. Menurutnya, pesan-pesan agama akan lebih mudah diterima masyarakat jika disampaikan melalui nada dan irama yang menyejukkan.
Bupati berharap Muscab VI ini tidak hanya menjadi seremoni pergantian estafet kepemimpinan, tetapi juga menjadi dapur pacu untuk melahirkan inovasi baru. Ia mendorong agar kepengurusan yang terpilih nantinya dapat merancang program yang visioner, adaptif, dan berkelanjutan.
”Tantangan zaman terus berubah. ISHARI NU harus mampu menjawab tantangan tersebut tanpa sedikit pun meninggalkan nilai tradisi dan kearifan lokal yang telah menjadi jati diri kita,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung sendiri berkomitmen untuk terus bersinergi dengan organisasi keagamaan seperti ISHARI NU dalam rangka membangun karakter masyarakat yang religius dan berakhlak mulia. Sinergi ini dianggap krusial untuk menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan umat di Tulungagung.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi organisasi, di antaranya:
Ketua dan Sekretaris Umum PW ISHARI NU Jawa Timur.
Ketua PCNU Tulungagung.
Ketua PC ISHARI NU Tulungagung beserta Majelis Hadi.
Ketua GP Ansor Tulungagung serta tamu undangan lainnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Tulungagung secara resmi membuka Musyawarah Cabang VI ISHARI NU Kabupaten Tulungagung, dengan harapan kegiatan tersebut dapat menghasilkan keputusan terbaik dan membawa kemajuan serta keberkahan bagi organisasi, masyarakat, dan Kabupaten Tulungagung.”


