
JOMBANG,centralberitanews.com – Alunan musik yang menggema, gerakan barisan yang serempak, serta atraksi penuh warna menyulap Alun-Alun Kabupaten Jombang menjadi pusat perhatian masyarakat. Kemegahan itu mewarnai gelaran Jombang Marching Competition 2026 tingkat Jawa Timur yang berlangsung meriah sebagai bagian dari rangkaian Jombang Fest dalam menyambut Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang.
Kompetisi yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang tersebut resmi dibuka Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., pada Sabtu (10/10/2026). Kemeriahan acara juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Jombangkab sehingga dapat disaksikan masyarakat secara lebih luas.
Ratusan pelajar dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, hingga peserta kategori umum dari berbagai daerah di Jawa Timur turut ambil bagian. Mereka menampilkan kemampuan terbaik dalam memadukan musikalitas, ketepatan gerak, kreativitas, dan kekompakan tim.
Lebih dari sekadar hiburan, Jombang Marching Competition 2026 menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi sekaligus mengasah kedisiplinan, kepercayaan diri, kreativitas seni, dan mental kompetitif. Ajang ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk membangun kerja sama serta menjunjung tinggi sportivitas dalam berkompetisi.
Dalam sambutannya, Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa pengembangan bakat dan kemampuan seni perlu berjalan beriringan dengan pendidikan akademik. Menurutnya, kegiatan marching band memiliki nilai edukatif yang dapat membentuk karakter generasi muda melalui proses latihan dan kompetisi.
“Marching band membutuhkan latihan yang disiplin, ketepatan gerak, kekompakan, dan kemampuan bekerja dalam tim. Proses itulah yang akan membentuk mental kompetitif dan membiasakan generasi muda untuk bekerja keras mencapai hasil terbaik,” tutur Warsubi.
Ia menambahkan, anak-anak muda perlu mendapatkan ruang dan kesempatan yang memadai untuk mengembangkan potensi, mengasah keterampilan, serta membangun keberanian tampil di hadapan publik.
“Pendidikan seni perlu berjalan bersama dengan pendidikan akademik. Anak-anak kita perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat, mengasah keterampilan, berani tampil, dan berkompetisi secara sehat,” lanjutnya.
Warsubi juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi tersebut sebagai pengalaman berharga, bukan semata-mata ajang untuk mengejar kemenangan. Ia berharap setiap peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik, menjaga sportivitas, serta terus meningkatkan kualitas diri.
Antusiasme Warga Padati Rute Cultural Parade
Kemegahan Jombang Marching Competition 2026 semakin terasa saat agenda Cultural Parade digelar pada Sabtu (10/10/2026), mulai pukul 13.30 WIB. Masyarakat tampak memadati sejumlah titik di sepanjang rute untuk menyaksikan penampilan para peserta yang berparade dengan beragam atraksi dan kreativitas.
Parade dimulai dari kawasan Alun-Alun Jombang, tepatnya di sekitar SMPN 2 Jombang, kemudian melintasi Jalan R.A.A. Soeroadiningrat, Jalan KH Wahid Hasyim di kawasan Taman Kebon Rojo, Jalan Dr. Soetomo, dan Jalan Ahmad Dahlan, sebelum berakhir di depan Sentra Wisata Kuliner Ahmad Dahlan.
Sepanjang rute, penampilan peserta menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Perpaduan musik, formasi barisan, kostum, dan koreografi menghadirkan suasana semarak sekaligus memperkuat nuansa perayaan Jombang Fest di pusat kota.
Antusiasme masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kompetisi marching band tidak hanya menjadi ruang unjuk kemampuan bagi peserta, tetapi juga menghadirkan hiburan publik yang mampu mendekatkan kegiatan pemerintah dengan masyarakat.
Berlanjut ke Concert dan Individual Contest
Rangkaian kompetisi berlanjut pada Minggu (11/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB, melalui kategori Concert & Individual Contest yang dipusatkan di Alun-Alun Jombang.
Pada sesi ini, peserta berkompetisi dalam sejumlah kelas, mulai dari konser musikal, color guard, hingga field commander dari berbagai jenjang pendidikan dan kategori yang dipertandingkan.
Berbeda dengan parade yang menonjolkan penampilan di sepanjang rute, sesi konser dan individual memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan teknis, ketepatan musikal, penguasaan gerak, serta kualitas penampilan secara lebih terukur.
Melalui penyelenggaraan Jombang Marching Competition 2026, Pemerintah Kabupaten Jombang tidak hanya menghadirkan kemeriahan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-116, tetapi juga mendorong tumbuhnya ruang kreativitas dan prestasi bagi generasi muda.
Perayaan ini menjadi momentum untuk mempertemukan semangat seni, pendidikan karakter, dan kebersamaan masyarakat. Di tengah kemeriahan Jombang Fest, marching band tampil sebagai simbol bahwa kedisiplinan, kreativitas, dan kerja sama merupakan bagian penting dalam membentuk generasi muda yang berprestasi dan berdaya saing.
