

BOGOR – Centralberitanews.com -Seorang ibu rumah tangga berinisial HA menjadi korban penipuan oleh oknum mafia PPDB 2023. Dengan membayar Rp35 juta, korban dijanjikan bangku sekolah di SMA Negeri 1 Kota Bogor.
HA yang merupakan orangtua dari DH mengaku, diiming-imingi lolos seleksi gelombang Satu ( 1 ) PPDB oleh oknum IRT berinisial TF.
Saat itu, TF meyakinkan korban HA dan suaminya, bahwa dirinya dan timnya bisa membantu meloloskan DH untuk bersekolah di SMA Negeri 1 Kota Bogor, melalui jalur PPDB gelombang 1.
“Waktu itu tanggal 15 Juni kami ketemuan, dia minta uang Rp 20 juta, untuk proses pendaftaran. Bukti transfernya ada atas nama inisial FO yang katanya orang dinas pendidikan,” ujar HA, Minggu (6/8/2023).
Namun, nama anaknya tak kunjung muncul di portal PPDB SMA Negeri 1 Kota Bogor. HA kembali mempertanyakannya kepada TF.
“Dia selalu bilang anak saya aman, pakai jalur jatah kepsek. Katanya kepseknya minta Rp 20 juta lagi. Saya hanya sanggupi Rp 15 juta dan saya transfer ke TF,” papar HA.
HA mengaku sempat dipanggil Kepsek SMA Negeri 1. “Saya pikir dipanggil untuk konfirmasi anaknya masuk, tidak tahunya pihak sekolah menyarankan saya menyekolahkan DH ke swasta. TF sejak saat itu sulit dihubungi dan selalu beralasan,” tandasnya.
Kuasa hukum HA, Noor Ally SH yang juga menjabat sebagai Ketua Advocad DPC KAI Bogor Raya mengaku telah melayangkan somasi kepada TF. “Kami beri waktu 3 x 24 jam kepada yang bersangkutan agar mengembalikan uang klien kami. Jika tidak, kami akan melaporkannya ke Polresta Bogor Kota untuk diproses hukum,” kata Noor Ally.
Noer Ally, SH juga meminta perhatian jajaran media untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami menduga ini kawanan mafia PPDB. Jadi harus dikawal dan diviralkan agar menjadi pelajaran,” pungkasnya.
By : ( RED )
