Kondisi UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngoro Mojokerto Memprihatinkan: Atap 75% Rusak Parah, LSM KPKRI Mojokerto Desak Tindakan Cepat.

MOJOKERTO, crntralberitanews com — Hasil investigasi tim media bersama LSM KPK RI Mojokerto ke lokasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, menemukan kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan. Sebagian besar atap gedung diketahui sekitar 75 persen rusak parah, dengan kerusakan juga merambah ke ruang guru, ruang arsip, dapur, hingga kamar mandi yang kondisinya sangat tidak layak.

Berdasarkan rekaman video yang diambil pada Selasa (18/8/2026), terlihat jelas atap yang berlubang besar, dinding retak, serta ruang arsip yang berisiko tinggi terkena air hujan dan panas matahari langsung. Kondisi ruang guru, dapur, dan kamar mandi juga dinilai tidak memadai untuk kegiatan pelayanan maupun administrasi pendidikan.

LSM KPK RI Mojokerto berharap pemerintah segera mengambil tindakan yang serius , jangan sampai setelah ada korban jiwa apabila atap gedung UPT ambruk .

Hancurnya ruang arsip, terbengkalainya ATK kantor menjadikan tempat UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngoro miris sangat kotor dan rusak total.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, menjelaskan bahwa saat ini prioritas penanganan kerusakan difokuskan pada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat. Bangunan UPT tersebut juga tercatat sebagai milik SD Jasem.

Baca juga :  Kapolres Bangli bersama Dandim 1626 Bangli silaturahmi ke Tiga Calon Bupati Bangli usai proses punggut Hitung suara Pilkada 2024.

“Fokus kita sementara ini untuk sekolah dengan rusak berat. Gedung yang dimaksud juga milik SD Jasem. Dikarenakan keterbatasan anggaran, nanti kita masukkan usulan. Mudah-mudahan ada tambahan anggaran di Perubahan APBD,” ungkap Amsar.

Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari para aktivis pendidikan yang tergabung dalam Komunitas Penegak Keadilan. Mereka sangat menyayangkan kondisi tersebut dan mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret.
Agus P .ST sangat menyayangkan dengan ditemukan gedung UPT kecamatan Ngoro yang atapnya hancur ,kotor dan kumuh, ini bentuk kelam yang harus diselesaikan bupati Mojokerto .

“Apakah kita harus menunggu ada korban baru baru diperbaiki? Seharusnya pengambil kebijakan — Bupati, Kepala Dinas, dan instansi terkait — segera mengambil tindakan cepat. Kami akan terus memperjuangkan ini sampai ada tindakan nyata,” tegas Agus P.ST perwakilan komunitas tersebut.

Jangan berbahasa itu bukan kewenangan ,dengan berdirinya gedung UPT kecamatan Ngoro berarti sudah ada perencanaan pemeliharaan gedung.
Kami akan kirim surat ke pemerintah khususnya dinas pendidikan dan dinas terkait dengan adanya pembiaran kerusakan gedung ,apalagi ruang arsip UPT .

Baca juga :  Lewati Laut Sulu, KRI Bima Suci Beserta Satgas KJK 2025 Laksanakan Peran Jaga Perang

LSM KPK RI Mojokerto menegaskan bahwa kenyataan di lapangan tersebut tidak mencerminkan visi dan misi Bupati Gus Barra di bidang pendidikan. Bupati diminta untuk turun langsung memantau kondisi tersebut, jangan hanya “asal bapak senang”.

“Janji politik Bupati menyebut masa depan Kabupaten Mojokerto tidak bisa dilepaskan dari dunia pendidikan dan peran para guru. Ketika kita berbicara masa depan Mojokerto, kita sedang berbicara pendidikan. Ketika berbicara pendidikan, pada hakikatnya kita berbicara tentang para guru. Bagaimana mungkin kita mengharapkan kualitas pendidikan yang baik jika sarana dan prasarana tempat mereka bekerja saja dalam kondisi sangat memprihatinkan?” pungkasnya .

BY REDAKSI CB

Advertisement

Pengaduan via WhatsApp?