MIRIS,,! Penyalah Gunaan Bantuan Sosial Erupsi GUNUNG SEMERU Di Duga Salah Arah

Lumajang – centralberitanews.com – Kronologi Januari ,Cerita bermula pada tanggal 5 Desember 2021 pukul 21:12 WIB sehari setelah Bencana Meletusnya Gunung Semeru, TIM dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) KorWil Jawa Timur berangkat dari Sidoarjo ke Lumajang lebih tepatnya di Lokasi Bencana Erupsi Gunung Semeru yang dipimpin oleh SUGENG selaku Ketua Wilayah Jatim dan Moch YUSUP sebagai Sekretaris Wilayah Jatim serta DODY selaku Kadiv Industri DIBANTU Nur Joko sebagai Asisten. Mereka diperkirakan sampai di lokasi BENCANA di Desa Sumber Wuluh Kecamatan CandiPuro Kabupaten Lumajang pukul 04.05 WIB dengan HARAPAN dapat beristirahat dini hari dan esok harinya bisa mengikuti Apel Arahan dari BASARNAS.

Setelah sampai dilokasi pukul 04:05 WIB dini hari menjelang SUBUH mereka beristirahat sambil menunggu INSTRUKSI lanjutan yakni berkumpul di lapangan Desa Sumber Wuluh Kecamatan CandiPuro Kabupaten Lumajang pada pukul 06:07 WIB. Apel pagi dilaksanakan semua RELAWAN yang terlibat dalam tanggap kebencanaan diberikan pembagian tugas dalam pencarian JENAZAH yang TERDAMPAK paling parah yaitu Desa RENTENG dan  Desa CURAH Koboan. Tim Rescue GMBI dijinkan untuk mencari tempat yang dibuat posko dan karena belum terdaftar di BPD Provinsi maupun Daerah.

DODY selaku Kepala Divisi (Kadiv) keluar dan BERINISIATIF mencari rumah yang dibuat posko induk GMBI sambil berjalan bertanya pada warga setempat barangkali rumahnya bisa dibuat Posko Rescue GMBI dan pada akhirnya menemukan sebuah rumah yang dapat DIGUNAKAN untuk posko induk. DODY menemui pemilik rumah tersebut bernama WINARNO seorang Ibu mempersilahkan rumahnya dijadikan posko sementara. Selanjutya DODY kembali pada TIm di Lapangan untuk memberitahukan kalau sudah mendapatkan posko agar dapat menurunkan barang sementara agar dapat dimasukan ke rumah posko.

Baca juga :  Baharkam Polri Audit Resertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan di Obvitnas PT TPPI Tuban Jatim

SUGENG yang menjadi Penanggung Jawab sekalian menjadi Ketua Wilter memberikan kabar kepada Ketua Umum GMBI kalau Tim Rescue GMBI sudah mendapatkan posko namun Tim GMBI belum sempat memasukan surat pemberitahuan kepada BPBD daerah sehingga TIM tidak mendapatkan jatah makan karena DODIK sudah lama aktif di dunia kebencanaan khususnya Rescue atau Penyekamatan maka DODIK minta tolong pada Rekan BASARNAS atau rekan Pramuka JATIM yang telah terdaftar agar dapat jatah makan.

Setelah Tim Rescue GMBI WilTer Jatim mulai berdatangan dan membawa surat pemberitahuan yang diantar oleh DODY, EDY, ANDIK yang diserahkan BPBD daerah Lumajang di lokasi Desa Sumber Wuluh akhirnya Tim Recue GMBI diakui dan dapat BERGABUNG dengan para RELAWAN lainya dan yang paling penting dapat masuk (akses) ke lokasi bencana. Selang beberapa hari di posko banyak yang datang bantuan dari berbagai wilter, distrik dan anggota LSM GMBI Se-Indonesia selain itu DODY dan FAISOL juga mencari posko lain mungkin ada yang membutuhkan tenaga buat menyalurkan bantuan lewat GMBI Rescue Wilter Jatim dan akhirnya yang bergabung dari GUS DURIAN bahkan aktifitas mulai ramai yang terlihat di posko dan sebagian di lapangan ikut serta evakuasi jenazah juga pencarian termasuk Ketua Lapangan DODY dan Kru dari TIM yang terdiri dari Edy, Faisol dan masih banyak lainya.

Baca juga :  Perkuat Disiplin dan Kesamaptaan Prajurit, Koarmada II Tuan Rumah Sosialisasi Bidang Jasmani dan Permildas TNI ‎ ‎TNI AL. Koarmada II 20 Mei 2026 ‎ ‎Koarmada II menjadi tuan rumah pelaksanaan Ceramah dan Sosialisasi Bidang Jasmani dan Permildas TNI wilayah Surabaya yang digelar di Gedung Panti Tjahaya Armada (PTA) Koarmada II, Rabu (20/5). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Personel (Aspers) Pangkoarmada II Kolonel Laut (P) Ahmad Fahrudin. ‎ ‎Kegiatan sosialisasi diikuti sekitar 150 prajurit dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Hadir sebagai narasumber Kolonel Marinir Andi Ichsan, S.H., M.Han., M.Tr.Hanla., M.M., CRMP., yang memberikan materi sosialisasi dari Pusjaspermildas TNI. Pada kesempatan itu, Aspers Pangkoarmada II juga menyerahkan Buku Petunjuk Teknis Bela Diri Taktis TNI kepada perwakilan prajurit dari ketiga matra. Sementara itu dalam sambutannya, Aspers Pangkoarmada II menegaskan bahwa Peraturan Militer Dasar (Permildas) dan Pembinaan Jasmani merupakan dua pilar utama dalam membangun karakter, disiplin, serta postur prajurit TNI yang tangguh dan profesional. “Permildas dan pembinaan jasmani adalah identitas dan jati diri yang membedakan kita dengan instansi lainnya,” ujarnya. ‎ ‎Selanjutnya Aspers Pangkoarmada II menyampaikan jika kegiatan sosialisasi tersebut bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penting untuk memvalidasi pemahaman prajurit terkait regulasi terbaru dari Mabes TNI. Sebab di tengah dinamika penugasan yang semakin kompleks, prajurit dituntut tidak hanya mahir dalam kemampuan teknis tempur dan taktis, tetapi juga memiliki disiplin tinggi serta kesamaptaan jasmani yang prima. ‎ ‎Aspers Pangkoarmada II berharap kehadiran tim Pusjaspermildas TNI mampu memberikan pencerahan sekaligus mengevaluasi praktik di satuan, termasuk meluruskan apabila terdapat kekeliruan dalam penerapan Permildas di lapangan. “Kepada seluruh peserta yang hadir saat ini merupakan agen-agen transfer ilmu untuk diberikan dan ditularkan di satuannya masing-masing,” tegasnya. ‎ ‎(Pen/2).

Pada waktu jelang SORE sekitar pukul 16;17 WIB Tim selasai di lapangan juga ikut membantu mengkemas bahan logistik untuk dibagikan besok hari dan tugas itu sudah dibagi juga dilakukan setiap hari selama tugas di lokasi kebencanaan. Kegiatan dan aktifitas di posko induk GMBI Wilter Jatim berjalan dengan baik dan lancar dan beberapa Minggu di posko mulai ada gelagat/prilaku yang mencurigakan karena bantuan logistik yang datang dipilah pilah dengan alasan dipilih yang layak untuk disumbangkan. Ternyata Bantuan Sosial yang DIPILAH tersebut dimasukan Bagasi Mobil DIDUGA untuk dibawa PULANG oleh JOKO (saudara/adik dari Ketua Tim).

Advertisement

JOKO sebenarnya sudah mendapat sudah DIINGATKAN oleh rekan dari Tim Penyelamat GMBI lain bahwa bantuan ini tidak boleh dibawah pulang karena bukan hak kita dan itu hak dari korban bencana. Kalau baju bekas silahkan ambil untuk ganti kalau yang tidak membawa ganti dari rumah dan semakin hari bantuan semakin banyak berdatangan hal itu semakin menjadi sebagai kesempatan padahal SUGENG selaku penanggung jawab kegiatan sekaligus Ketua Wilter namun diam saja melihat tingkah sang adik yakni JOKO.

Baca juga :  Sukses Ungkap Korupsi Dana KKP, Polres Jember Raih Penghargaan Kepala Cabang BRI

Di tempat yang sama M. YUSUP selaku Seketaris Wilter juga mendapatkan BANTUAN dari para DONATUR melalui TRANSFER ke rek BRI No. 657301024392537 a/n MOCH. YUSUF sebesar Rp. 10 Juta juga tidak BERAMANAH padahal bantuan yang berasal dari berbagai Donatur Wilter dan Ketua Distrik Se-Indonesia yang masuk ke rek bank tersebut adalah AMANAH dari para DONATUR dan belum lagi sumbangsih berupa SEMBAKO seperti beras, gula dan yang lainya sebenarnya untuk korban bencana juga Diduga DIJUAL seberat 1 ton oleh M. YUSUP dengan alasan KEUANGAN Menipis.

Itulah sedikit INFORMASI tentang Kasak Kusuk Penyelewengan Bantuan Sosial (BanSos) dari NaraSumber yang sekaligus juga anggota LSM-GMBI Wilter  Jatim yakni DODY selaku Kepala Divisi Logistik LSM-GMBI Wilter Jatim. Harapan DODY agar BanSos Dikembalikan pada yang BERHAK menerima sebab BanSos tersebut adalah AMANAH bagi KITA dari para DONATUR untuk DIBERIKAN pada yang BERHAK yakni para KORBAN Bencana Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada hari Sabtu 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.16 WIB.

By : Red

Advertisement

Pengaduan via WhatsApp?