Perkuat Kepemimpinan Sekolah, Disdikbud Jombang Gelar Diklat untuk 50 Calon Kepala Sekolah.

Jombang,centralberitanews.com -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang kembali mengambil langkah serius dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan pendidikan dengan menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2025. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 21 November 2025, bertempat di SMP Negeri 1 Jombang, dan diikuti oleh 50 peserta yang merupakan guru-guru pilihan dari berbagai satuan pendidikan. Mereka dipilih melalui proses seleksi yang mempertimbangkan rekam jejak, kompetensi, dan potensi kepemimpinan yang telah mereka tunjukkan selama bertugas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Dra. Wor Windari, M.Si, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Beliau hadir bersama Sekretaris Dinas, Abdul Majid, S.Psi., M.M., serta sejumlah pejabat struktural yang ikut memantau jalannya kegiatan. Suasana kegiatan berlangsung hangat namun penuh keseriusan, mencerminkan besarnya harapan pemerintah daerah terhadap lahirnya calon-calon kepala sekolah yang mumpuni.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas menekankan bahwa pendidikan yang maju tidak hanya mengandalkan kurikulum atau sarana prasarana yang memadai, tetapi juga sangat bergantung pada kepemimpinan yang kuat di tingkat sekolah. Ia menegaskan bahwa peran kepala sekolah kini semakin krusial seiring perubahan zaman yang menuntut adaptasi cepat, terutama dalam aspek digitalisasi pendidikan, perencanaan berbasis data, serta pengelolaan sekolah yang transparan dan akuntabel.

Baca juga :  Upacara Kesaktian Pancasila, Dandim 0829 Bertindak Sebagai Inspektur Upacara*

“Kepala sekolah bukan hanya pemimpin administratif, tetapi agen perubahan di satuan pendidikan. Karena itu, calon pemimpin sekolah harus dibekali kompetensi manajerial, sosial, dan kepemimpinan yang kuat agar mampu membawa sekolah menuju mutu yang lebih baik,” ujarnya di hadapan seluruh peserta. Ia juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan pelatihan ini sebagai peluang untuk memperluas wawasan dan memperkuat karakter kepemimpinan.

Kepala Dinas turut menyinggung tantangan pendidikan era modern—mulai dari perkembangan teknologi yang begitu cepat, tuntutan profesionalisme, hingga tantangan persoalan moral dan karakter peserta didik. Menurutnya, hanya pemimpin sekolah yang visioner dan adaptif yang mampu membawa satuan pendidikan tetap relevan dan kompetitif.

Pelatihan tahun ini menghadirkan empat narasumber profesional yang masing-masing memiliki keahlian di bidang kepemimpinan, manajemen pendidikan, teknologi informasi, dan tata kelola keuangan sekolah. Mereka adalah Dr. H. Subandi, M.M., Agus Rohmani, S.Kom., M.A., Alex Arifiansyah, S.E., dan Catur Gunawan, S.Pd. Keempat narasumber tersebut memberikan rangkaian materi yang disusun komprehensif untuk membentuk pola pikir strategis para peserta.

Materi yang disampaikan meliputi kepemimpinan visioner, teknik pengelolaan manajemen sekolah modern, transformasi digital dalam tata kelola pendidikan, hingga penerapan teknologi informasi untuk membantu efektivitas pembelajaran dan layanan administrasi. Tidak hanya itu, mereka juga membahas secara rinci tentang pengelolaan keuangan sekolah yang akuntabel, penyusunan rencana anggaran berbasis kinerja, hingga cara membangun transparansi keuangan yang melibatkan berbagai pihak terutama komite sekolah dan masyarakat.

Para peserta juga mendapatkan sesi khusus mengenai pendekatan komunikasi efektif, pengambilan keputusan dalam situasi kompleks, hingga teknik penyelesaian masalah yang sering muncul dalam lingkungan sekolah. Pendekatan ini dianggap penting karena seorang kepala sekolah tidak hanya memimpin administrasi, tetapi juga bertanggung jawab menjaga iklim kerja yang harmonis, memotivasi guru, dan memastikan proses pendidikan berjalan sesuai arah kebijakan.

Baca juga :  Polres Lamongan Bersama Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 3 Korban Perahu Tenggelam di Bengawan Solo

Diklat yang akan berlangsung hingga 31 November 2025 ini mengusung metode pembelajaran interaktif. Peserta diajak mengikuti diskusi kelompok, analisis studi kasus, role play, simulasi pemecahan masalah, hingga presentasi hasil kerja tim. Model pelatihan seperti ini dirancang agar peserta benar-benar memahami peran mereka sebagai pemimpin sekolah, serta mampu menerapkan langsung teori-teori yang dipelajari dalam situasi nyata.

Atmosfer pelatihan juga diwarnai dengan antusiasme peserta yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. Banyak di antara mereka menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya kepemimpinan transformatif dan manajemen sekolah yang efektif. Selain itu, kesempatan bertukar pengalaman dengan guru-guru dari sekolah lain menjadi nilai tambah tersendiri.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang berharap lahirnya calon kepala sekolah yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi, berorientasi pada pelayanan, serta siap mengembangkan inovasi bagi kemajuan sekolah masing-masing. Pemerintah daerah optimistis bahwa peningkatan kualitas kepemimpinan pendidikan ini akan berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran di kelas dan iklim pendidikan secara keseluruhan.

Baca juga :  Ajak harkamtibmas,Bhabin Pekiringan Polsek Kesambi  Polres Ciko Sambang Dialogis Warga.

Dengan adanya pelatihan ini, Kabupaten Jombang menegaskan posisinya sebagai daerah yang berkomitmen kuat terhadap pengembangan sumber daya manusia sektor pendidikan. Diharapkan, seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu, wawasan, dan keterampilan yang diperoleh ketika nanti diberi amanah menjadi kepala sekolah. Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan di Jombang sangat ditentukan oleh kualitas pemimpin di unit sekolah yang mampu menggerakkan perubahan dari tingkatan paling dasar.

Advertisement

Pengaduan via WhatsApp?