Permudah Pemantauan 20JP ASN, BKPSDM Kab. Magetan Kembangkan Inovasi BESTIE JP

Magetan, Centralberitanews.com — Dalam rangka meningkatkan efektifitas tata kelola pengukuran capaian pengembangan kompetensi individual Pegawai Negeri Sipil secara realtime serta mewujudkan pemenuhan target minimal 20 Jam Pelajaran (JP) bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magetan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Magetan meluncurkan inovasi aplikasi BESTIE JP (Teman Belajar ASN, Kembangkan Kompetensi dan Penuhi Jam Pelajaran).

Inovasi yang digagas oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Magetan, Wisnu Ruslanto, hari ini digelar giat Sosialisasi dan Pendampingan Teknis Penggunaan Aplikasi Bestie JP secara daring / zoom meeting, yang di ikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Magetan (Senin, 12 Oktober 2026).

“Giat ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan data pelatihan dan sertifikat ASN, sekaligus mendukung pemenuhan target pengembangan kompetensi minimal 20 Jam Pelajaran (JP) per tahun.” Ungkap Wisnu yang akrab dengan nama panggilan Dewo.

“Selama ini, pemantauan capaian kompetensi ASN masih menghadapi kendala karena data sertifikat pada Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) belum tersinkronisasi dengan data pada SIMPEG Magetan. Akibatnya, proses verifikasi, penghitungan, dan rekapitulasi sertifikat masih dilakukan secara manual.” Tambahnya.

Baca juga :  Wujudkan Pemilu Yang Aman Dan Damai, Polres Badung Cek Sarana Prasarana OMB Agung 2023

Dengan jumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magetan mencapai 9.803 orang, proses tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Berdasarkan data dalam dokumen aksi perubahan, pengecekan manual rata-rata hanya mampu dilakukan sekitar tiga sertifikat per jam.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Magetan Masruri, menjelaskan bahwa
Melalui Aplikasi BESTIE JP, sangat membantu dan bermanfaat secara digitalisasi dalam pengembangan kompetensi ASN, sehingga BKPSDM Magetan kedepannya bisa mencatat capaian aksi perubahan 100 Persen.

“Pelaksanaan aksi perubahan ini meliputi koordinasi dengan pihak terkait, pengumpulan dan pengelolaan data, perancangan serta pengembangan aplikasi, uji coba, penyempurnaan, hingga implementasi dan sosialisasi penggunaan aplikasi. Berdasarkan laporan pelaksanaan, seluruh enam tahapan jangka pendek telah mencapai target yang ditetapkan, dengan realisasi keseluruhan sebesar 100 persen.” Jelasnya.

“Data pengembangan kompetensi diharapkan dapat diolah dan dikelola dengan baik menjadi informasi capaian JP masing-masing ASN secara lebih cepat, akurat, berbasis data dan mudah dipantau, dan informasi tersebut merupakan hak dan kewajiban yang dapat dimanfaatkan oleh pimpinan sebagai bahan monitoring, evaluasi, serta pengambilan keputusan dalam perencanaan pengembangan kompetensi pegawai.” Ungkapnya.

Baca juga :  Optimalisasi Layanan 110, Jaminan Kesiapsiagaan Polri di Tengah Masyarakat

Ke depan, BESTIE JP direncanakan terus dikembangkan dengan penambahan fitur pengusulan pengembangan kompetensi, pemutakhiran data, serta pemantauan anggaran pengembangan kompetensi pada perangkat daerah.

Melalui inovasi ini, BKPSDM Kabupaten Magetan berharap pemantauan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) BPSDM Kabupaten Magetan dapat diukur lebih cepat, valid dan akuntabel.

“Pengelolaan pengembangan kompetensi ASN menjadi lebih efektif, valid, transparan, dan akuntabel. Pada akhirnya, peningkatan kompetensi aparatur diharapkan turut mendukung terwujudnya pelayanan publik yang semakin profesional dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Magetan.” Pungkas Masruri. (Dw/Nd)

Advertisement

Pengaduan via WhatsApp?