PMI Copot PJ. Gubernur Sultra. Bukanya Bahas Banjir Malah Urus TPID

img 20240308 wa0341

img 20240308 wa0341

Sultra, Centralberitanews.com – Sulawesi Tenggara (Sultra) di masa Kepemimpinan PJ. Saat ini mengalami persoalan yang sangat serius, yaitu terkait persoalan banjir dan Inflasi di Sultra yang tidak terjadi di pemerintah sebelumnya.

Banjir yang menimpa kota Kendari sangat parah, inflasi tertinggi kedua se-Indonesia dan kelangkaan Gas Elpiji yang harganya hampir tidak dapat di jangkau oleh masyarakat yaitu tembus Rp.90.000-.

Persatuan Mahasiswa Indonesia (PMI) Menilai tidak mampu memimpin apalagi menjadi seorang Pelaksana Jabatan (PJ) Gubernur Sultra, yang begitu luas.

“Kami menilai PJ. Gubernur Sultra tidak memiliki kemampuan dalam kepemimpinan dan pemerintahan, pasalnya persoalan sebelumnya tidak terjadi pada pemerintahan sebelumnya kini terjadi saat ini, yaitu di masa Pj. Saat ini. Persoalan banjir itu seharusnya ada langkah antisipasi karena sudah ada Peringatan dari BMKG juga persoalan Inflasi seharusnya hal tersebut tidak terjadi, apa kurangnya pemerintah ini ? Mereka punya segalanya” ujarnya Ketua PMI La Ode Muhammad Azlan

“Terlihat jelas PJ. Gubernur tidak perduli dengan persoalan banjir, Ibukota sedang di Landa musibah banjir malah PJ. Gubernur membahas persoalan lain seperti di kutip dari SWARGANTARA – Pj Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Komjen Pol. (P) Dr. (H.C) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi Tenggara terkait pengamanan pasokan dan harga jelang puasa dan Idul Fitri 2024, Rapat ini dilaksanakan di ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Jumat 8 Maret 2024.

Baca juga :  Penyaluran Bansos Subsidi BBM dan Sembako oleh PT. POS Indonesia di Desa Cibogo Kecamatan Waled.

Hal ini menunjukkan bahwa PJ. Gubernur tidak perduli dengan persoalan banjir di kota Kendari, oleh karena itu kami meminta Kementerian dalam negeri segera mencopot PJ. Gubernur Sultra” pungkasnya

” Tidak salah membahas persoalan itu hanya saja saat ini kota Kendari darurat banjir siaga 1 kok pemerintah provinsi tidak muncul malah membahas persoalan lain, persoalan ini telah menelan korban jiwa, PJ. Gubernur seharusnya hadir”. Tutup ketua PMI yang biasa di sapa Erik

Advertisement

Pengaduan via WhatsApp?