
JOMBANG, centralberitanews.com — Puskesmas Kesamben terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penanganan stunting melalui kegiatan ANTING BERLIAN (Aksi Nyata Tangani Stunting Bersinergi dan Berkelanjutan) Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memberikan edukasi, pemeriksaan, serta intervensi gizi yang tepat kepada balita stunting dengan melibatkan tenaga kesehatan, dokter spesialis anak, dan keluarga.
Kegiatan ANTING BERLIAN dilaksanakan pada Hari Selasa (15/09/2026) di Puskesmas Kesamben dan diikuti oleh balita sasaran dari wilayah kerja Puskesmas Kesamben dan Puskesmas Blimbing Kesamben Kegiatan dibuka oleh Kepala Puskesmas Kesamben, dr. Helena Agestine Mayang Sari, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang yang disampaikan oleh Hafid Wahyu Mauludin, S.Gz., selaku Pengelola Program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Tingkatkan Kualitas Penanganan Balita Stunting
Kegiatan ANTING BERLIAN bertujuan untuk meningkatkan kualitas penanganan balita stunting melalui deteksi kondisi kesehatan dan status gizi, edukasi kepada orang tua, pemeriksaan oleh dokter spesialis anak, serta pemberian intervensi gizi sesuai kebutuhan dan indikasi medis.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak serta mendukung tumbuh kembangnya. Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting karena keberhasilan penanganan stunting membutuhkan dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan di lingkungan keluarga.
ANTING BERLIAN juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara Puskesmas Kesamben, Puskesmas Blimbing Kesamben, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dokter spesialis anak, tenaga kesehatan, dan keluarga dalam upaya penanganan stunting secara terpadu dan berkesinambungan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan edukasi gizi yang menghadirkan dokter spesialis anak, dr. Retno Wulandari, Sp.A., M.MRS.Dalam sesi tersebut, orang tua balita mendapatkan edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi, tumbuh kembang anak, serta pentingnya peran keluarga dalam mendukung proses penanganan stunting.
Setelah mendapatkan edukasi, balita menjalani pemeriksaan dan tatalaksana oleh dokter spesialis anak,Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi masing-masing balita dan menentukan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Balita yang berdasarkan hasil pemeriksaan memerlukan intervensi menggunakan PKMK (Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus) mendapatkan resep sesuai indikasi dari dokter. Selanjutnya, susu PKMK diberikan kepada balita sesuai resep dan kebutuhan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Kesamben tidak hanya berfokus pada pemberian intervensi, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman keluarga serta memastikan balita mendapatkan penanganan yang sesuai. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung perbaikan kondisi gizi dan tumbuh kembang balita secara optimal.
ANTING BERLIAN menjadi bagian dari upaya Puskesmas Kesamben dalam mewujudkan penanganan stunting yang bersinergi, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi berbagai pihak dan keterlibatan aktif keluarga, diharapkan setiap balita memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
ANTING BERLIAN — Aksi Nyata Tangani Stunting, Bersinergi dan Berkelanjutan.
