RDP Komisi A DPRD Jombang Bahas Proyek KDKMP Pulolor, Serap Aspirasi dan Soroti Aspek Teknis serta Keselamatan

RDP Komisi A DPRD Jombang Bahas Proyek KDKMP Pulolor, Serap Aspirasi dan Soroti Aspek Teknis serta Keselamatan

JOMBANG,centralberitanews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang melalui Komisi A menggelar rapat dengar pendapat (RDP) sebagai tindak lanjut atas berbagai aspirasi masyarakat terkait pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Pulolor, Kecamatan Jombang. Forum tersebut digelar pada Rabu (8/4/2026) dan menjadi ruang dialog terbuka antara warga, pemerintah, serta pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan proyek.

RDP ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai masukan, keluhan, sekaligus klarifikasi atas proses pembangunan yang hingga kini masih berlangsung. Sejumlah persoalan teknis di lapangan mencuat dalam forum tersebut, mulai dari kualitas dan penggunaan material, mekanisme pelaksanaan pekerjaan, hingga aspek keselamatan kerja yang dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih serius.

Perwakilan warga Desa Pulolor, Joko Fattah Rochim, mengungkapkan bahwa masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan berbagai catatan yang selama ini menjadi perhatian bersama. Menurutnya, keterbukaan forum RDP memberikan ruang bagi warga untuk didengar secara langsung oleh para pemangku kebijakan.

“Ada beberapa poin yang kami sampaikan, terutama terkait penggunaan material dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Kami berharap hal ini bisa segera ditindaklanjuti agar pembangunan berjalan lebih baik dan sesuai harapan,” ujarnya.

Selain persoalan teknis, warga juga menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kerja (K3), mengingat sebagian tenaga kerja dalam proyek tersebut berasal dari masyarakat lokal. Mereka berharap aspek perlindungan terhadap pekerja dapat menjadi prioritas, sehingga tidak menimbulkan risiko selama proses pembangunan berlangsung.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua Komisi A DPRD Jombang, Totok Hadi Riswanto, menegaskan bahwa RDP ini merupakan bentuk respons cepat DPRD terhadap laporan dan masukan yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menilai, forum ini penting untuk menghadirkan kejelasan informasi sekaligus memastikan setiap persoalan dapat dipahami secara menyeluruh.

“RDP ini kami gelar untuk menampung aspirasi sekaligus mengklarifikasi berbagai informasi yang beredar di masyarakat, sehingga semua pihak memiliki pemahaman yang sama terkait pelaksanaan proyek ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa melalui forum ini DPRD juga berupaya memperjelas alur komunikasi serta mekanisme pengaduan bagi masyarakat. Hal ini dinilai penting mengingat proyek KDKMP melibatkan berbagai pihak dengan kewenangan yang berbeda, sehingga sempat menimbulkan kebingungan di kalangan warga terkait ke mana harus menyampaikan keluhan.

“Kami ingin memastikan masyarakat mengetahui jalur pengaduan yang tepat. Dengan begitu, setiap permasalahan bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang tanpa menimbulkan kesalahpahaman,” tambahnya.

Pembangunan KDKMP di Desa Pulolor sendiri merupakan bagian dari upaya penguatan ekonomi berbasis desa. Kehadiran koperasi diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan warga.

Meski demikian, DPRD Kabupaten Jombang menegaskan akan terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap jalannya proyek tersebut. Pengawasan ini bertujuan memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan, transparan, serta tetap mengedepankan aspirasi dan kepentingan masyarakat setempat.

Dengan adanya RDP ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih baik antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kunci penting agar pembangunan KDKMP di Desa Pulolor tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.

Baca juga: artikel terkait

Leave a Reply