RSUD Bangil Semakin Profesional dalam Permudah Layanan

Pasuruan. centralberiitanews.com –
RSUD Bangil sukses meluncurkan dua inovasi layanan kesehatan, berbasis teknologi digital terintegrasi demi memangkas birokrasi, mengeliminasi praktik calo, dan mengurai antrean panjang pasien.

Pemanfaatan sistem digital ini diterapkan secara masif pada layanan pengadaan darah darurat melalui program TRANSJIMAT serta layanan pengantaran obat rawat jalan lewat program FAST DRUG POS selasa.30 Juni 2026.

Langkah progresif ini diambil, untuk merespons tingginya komplain masyarakat terkait rumitnya prosedur administrasi medis konvensional.

Melalui otomatisasi sistem, RSUD Bangil kini bertransformasi menjadi rumah sakit modern yang ramah pasien.

“Darah dan obat adalah komponen vital penentu hidup dan mati pasien yang harus tersedia secara cepat dan aman. Oleh sebab itu, kami merombak total sistem pelayanan manual, dengan mengintegrasikan seluruh prosesnya ke dalam jaringan teknologi informasi rumah sakit,” terang Plt Direktur RSUD Bangil, dr. Tri Dinar Herturini M.M.

Inovasi TRANSJIMAT merupakan akronim dari Transporter Cepat Jiwa Selamat.
Trobosan ini hadir, memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) dan jaringan komunikasi instan.
Sistem ini memutus total keterlibatan keluarga pasien dalam birokrasi pencarian darah ke Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) maupun Palang Merah Indonesia (PMI).
Mekanisme digital yang berjalan meliputi, Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) menginput instruksi kebutuhan darah secara digital ke SIM-RS.

Advertisement

Notifikasi sistem secara otomatis terkirim ke jaringan komunikasi tim transporter khusus.

Baca juga :  Polres Pasuruan Hadirkan Da’i Kamtibmas, Dorong Peningkatan Spiritualitas Masyarakat

Lima petugas transporter siaga 24 jam, langsung menjemput sampel darah ke ruangan untuk dicocokkan ke laboratorium.
Jika stok BDRS kosong, sistem komputerisasi internal langsung menghubungkan pencarian stok ke jejaring PMI Bangil, Sidoarjo, hingga Surabaya untuk diambil langsung oleh petugas.

“Pasien cukup mengisi blanko digital atau fisik berisi alamat rumah di loket informasi farmasi, lalu diperbolehkan langsung pulang,” kata Plt Direktur RSUD Bangil, dr. Tri Dinar Herturini M.M.
Data E-Resep langsung diolah oleh apoteker, dikemas oleh petugas Pos Indonesia di rumah sakit, dan langsung didistribusikan ke alamat tujuan.

Keamanan pengiriman obat dipastikan sangat terjamin, melalui fitur pelacakan waktu nyata (tracking system real-time) yang terintegrasi dengan sistem ekspedisi. Sehingga, posisi obat bisa dipantau langsung oleh pasien dari rumah.
Penerapan ekosistem digital pada kedua

inovasi yang telah diperkuat oleh Keputusan Bupati Pasuruan ini, terbukti sukses mendongkrak Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) di RSUD Bangil.
Integrasi teknologi ini berhasil menciptakan efisiensi waktu, menghemat biaya transportasi warga, mencegah kerusakan sampel medis, serta menjamin kebersihan layanan publik dari pungutan liar. (Yan)

Advertisement

Pengaduan via WhatsApp?