
Magetan, Centralberitanews.com — Indonesia adalah salah satu negara dengan beban Tuberkulosis (TB) tertinggi didunia.
Dalam hal ini guna meningkatkan kesadaran Masyarakat tentang bahaya Tuberculosis (TB) dan memperkuat komitmen bersama dalam memberantas penyakit tersebut, peran setiap individu sangat berarti.
Hari Tuberkulosis Sedunia diperingati setiap tanggal 24 Maret. Dalam moment tersebut, RSUD dr. Sayidiman Magetan, dalam hal ini dr. Achmad Syamsufandi Rozi, Sp.P sebagai dokter spesilias paru secara langsung memberikan penyuluhan dan edukasi terkait Tuberculosis di ruang tunggu poliklinik RSUD dr. Sayidiman Magetan, Jumat, 27 Maret 2026.
Dr. Achmad menjelaskan bahwa Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang terutama paru, namun dapat menyebar ke organ lain seperti otak, tulang dan kelenjar getah bening.
Bakteri TB dilepaskan ke udara bebas melalui percikan dahak ( droplet ) saat penderita batuk, bersin atau berbicara. Dan kemudian orang yang ada di sekitarnya menghirup bakteri tersebut dan beresiko terinfeksi.

“Gejala tuberkulosis tersebut diantaranya batuk terus menerus, demam meriang berkepanjangan, sesak nafas dan nyeri dada, berat badan menurun, nafsu makan menurun, berkeringat dimalam hari meski tanpa melakukan kegiatan.” Ungkap Achmat.
“Orang yang paling beresiko sakit Tuberculosis adalah orang yang kontak erat atau kontak serumah dengan pasien TB, orang dengan HIV, orang lanjut usia, orang dengan diabetes mellitus, perokok, anak – anak.” Tambahnya.
Pemeriksaan kondisi tuberculosis dapat dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit setempat, untuk mendapatkan penangan lebih lanjut
“Untuk mencegah penularan Tuberkulosis dengan cara adanya ventilasi udara yang baik dan pencahayaan/sinar matahari yang cukup, tidak membuang dahak sembarangan, minum obat dengan teratur, menutup mulut saat batuk dan bersin dengan tisu atau sapu tangan.” Pungkasnya. (Nd)


