Suntikan Rp46,9 Miliar untuk Pendidikan: Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi Sekolah di Tiga Kabupaten

TULUNGAGUNG Centralberitanews.com – Wajah pendidikan di wilayah Mataraman kini tampil lebih segar. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan langsung program revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.

​Peresmian yang dipusatkan di SMKN 1 Tulungagung pada Kamis (14/05/2026) ini menandai tuntasnya perbaikan di 44 lembaga pendidikan. Proyek besar ini menelan anggaran sebesar Rp46,985 miliar yang bersumber dari alokasi pusat tahun 2025.

​Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa modernisasi fasilitas pendidikan bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan investasi untuk menciptakan ruang belajar yang adaptif. Beliau berharap tidak ada lagi ketimpangan fasilitas antarwilayah sehingga seluruh siswa di Jawa Timur dapat belajar di lingkungan yang layak dan modern.

​Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aris Agung Paewai, turut menambahkan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang mendapatkan porsi bantuan revitalisasi terbesar di Indonesia, sebuah bukti sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

​Dana sebesar Rp46,9 miliar tersebut dialokasikan secara proporsional untuk menyentuh berbagai satuan pendidikan:

Baca juga :  ADA 3 Hal Yang Harus Kita Proritaskan Sebagai Pendidik Sukses Himbau Kadisdik Kab. Pasuruan

​Kabupaten Tulungagung mendapatkan porsi terbesar senilai Rp23,241 miliar yang disebar ke 20 lembaga, mencakup 8 SMA, 10 SMK, dan 2 SLB.

Advertisement

​Kabupaten Pacitan menyusul dengan alokasi Rp15,158 miliar untuk 13 lembaga, yang terdiri dari 2 SMA, 10 SMK, serta 1 SLB.

​Kabupaten Trenggalek menerima bantuan sebesar Rp8,585 miliar yang difokuskan pada 11 lembaga, yakni 2 SMA dan 9 SMK.

​Usai menandatangani prasasti, Gubernur menyempatkan diri berkeliling meninjau langsung hasil rehabilitasi di SMKN 1 Tulungagung. Fokus perbaikan mencakup ruang kelas, laboratorium, ruang praktik kejuruan, hingga fasilitas sanitasi yang kini jauh lebih memadai.

​Program ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi kualitas lulusan SMK agar lebih siap bersaing di dunia industri. Mengingat masih adanya kebutuhan di sekolah lain, Dinas Pendidikan Jatim memastikan bahwa program transformasi sarana prasarana ini akan tetap menjadi prioritas dan berlanjut di sepanjang tahun 2026.

Advertisement

Pengaduan via WhatsApp?