
TULUNGAGUNG Centralberitanews.com — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., memberikan pengarahan mendalam sekaligus membuka secara resmi kegiatan Wawancara Verifikasi Faktual Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung Masa Jabatan 2026–2031. Acara krusial tersebut digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Selasa (22/7).
Dalam arahannya, H. Ahmad Baharudin menaruh perhatian besar pada proses seleksi jajaran pimpinan lembaga pengelola zakat tersebut. Beliau menginstruksikan seluruh panitia dan pihak terkait untuk menjaga komitmen serta prinsip tata kelola yang bersih selama tahapan pengujian berlangsung.
Dorong Seleksi yang Objektif dan Akuntabel
Plt Bupati Tulungagung menekankan bahwa kredibilitas pimpinan BAZNAS yang terpilih nantinya sangat ditentukan oleh kualitas proses seleksi saat ini. Oleh karena itu, beliau meminta agar seluruh tahapan wawancara dan verifikasi dilakukan secara ketat tanpa keberpihakan.
”Proses seleksi ini harus berjalan objektif, transparan, dan akuntabel guna menghasilkan pimpinan BAZNAS yang memiliki integritas, kompetensi, serta komitmen tinggi dalam mengelola zakat secara amanah dan profesional,” ujar Plt Bupati H. Ahmad Baharudin dalam sambutannya.
Beliau juga menambahkan bahwa aspek kompetensi dan rekam jejak integritas para calon merupakan syarat mutlak, mengingat BAZNAS mengemban amanah publik yang besar dalam menghimpun dan mendistribusikan dana keagamaan.
Peran Strategis BAZNAS dan Sinergi dengan Pemkab
Lebih lanjut, H. Ahmad Baharudin menggarisbawahi pentingnya keberadaan BAZNAS sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Menurutnya, potensi zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya memiliki kontribusi nyata dalam membantu pemerintah menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.
Guna mencapai target tersebut, Plt Bupati berharap pimpinan terpilih nantinya tidak hanya mahir dalam hal manajerial, tetapi juga aktif membangun kolaborasi lintas sektor. Pertama, jajaran pimpinan harus mampu menyelaraskan program kerja BAZNAS dengan prioritas pembangunan daerah Pemkab Tulungagung. Kedua, mereka wajib meningkatkan akuntabilitas pelaporan keuangan agar tingkat kepercayaan masyarakat (public trust) untuk menyalurkan zakatnya terus meningkat. Ketiga, penyaluran dana zakat dan sedekah harus dipastikan tepat sasaran demi mempercepat pengentasan kemiskinan serta pemberdayaan ekonomi umat.
Menuju Tata Kelola Zakat yang Modern dan Profesional
Mengakhiri arahannya, Plt Bupati Tulungagung berharap momentum seleksi ini dapat melahirkan nakhoda baru yang membawa inovasi dalam pelayanan publik BAZNAS. Dengan jajaran pimpinan yang berintegritas tinggi, tata kelola zakat di Kabupaten Tulungagung diharapkan semakin modern, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.


