Tekan Risiko Kecelakaan, UPT PJJ Kauman Gencar Lakukan Penambalan Jalan Berlubang di Ruas Cuwiri – Karangrejo dan Cuwiri – Mangunsari

Tekan Risiko

​TULUNGAGUNG  Centralberitanews.com – Guna menghadirkan infrastruktur jalan yang aman dan nyaman bagi masyarakat luas, Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Kauman kembali merealisasikan komitmennya di lapangan. Pada Selasa, 30 Juni 2026, tim teknis dari UPT PJJ Kauman terpantau gencar menyisir sekaligus melakukan eksekusi perbaikan berupa penambalan jalan (patching) pada dua urat nadi transportasi lokal yang cukup padat, yakni Ruas Jalan Cuwiri – Karangrejo dan Ruas Jalan Cuwiri – Mangunsari.

​Langkah taktis penanganan jalan rusak ini sengaja digenjot sebagai bagian dari agenda pemeliharaan rutin. Fokus utamanya tidak lain adalah aksi preventif (pencegahan dini) demi menekan sekecil mungkin risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang kerap mengintai para pengendara akibat kondisi permukaan aspal yang tidak rata atau berlubang.

​Prioritas Keselamatan dan Respon Cepat

​Kondisi cuaca yang fluktuatif serta tingginya volume kendaraan yang melintas—mulai dari kendaraan roda dua hingga angkutan bermuatan berat—menjadi faktor utama yang mempercepat degradasi atau kerusakan aspal di wilayah tersebut. Kerusakan berupa lubang dengan kedalaman bervariasi dinilai sangat rawan, terlebih bagi para pengendara sepeda motor saat melintas di malam hari atau ketika jarak pandang terbatas.

Baca juga :  Kapolda Bali Pimpin sidang terbuka penentuan kelulusan tingkat panda menuju tingkat panpus penerimaan Calon Taruna/i Akpol T.A. 2024

​Merespon potensi bahaya tersebut, UPT PJJ Kauman menurunkan tim pemeliharaan rutin lengkap beserta armada dan material aspal siap pakai sejak pagi hari guna menyisir titik-titik kerusakan krusial di sepanjang koridor Cuwiri menuju Karangrejo dan Mangunsari.

​Prosedur Teknis Pengerjaan di Lapangan

​Pengerjaan penambalan ini dilakukan dengan metode standar baku pemeliharaan jalan guna memastikan ketahanan hasil tambalan:

Advertisement

​Pembersihan Area (Cleaning): Sebelum material aspal baru dihamparkan, lubang-lubang jalan dibersihkan secara manual menggunakan sapu lidi kasar dan alat bantu lainnya dari sisa agregat lepas, debu, ataupun sisa air. Proses ini sangat vital agar lapisan pengikat (tack coat) dapat merekat sempurna pada aspal lama.

​Aplikasi Lapisan Perekat: Petugas menuangkan emulsi aspal cair sebagai perekat di sekeliling area lubang yang telah dibersihkan.

​Penghamparan Material Baru: Campuran aspal panas (hotmix / cold patching material) ditumpahkan ke dalam area lubang secara proporsional.

​Pemadatan (Compacting): Proses akhir melibatkan alat pemadat mekanis berupa mesin stamper katak (seperti yang terlihat pada file IMG-20260702-WA0005.jpg). Pemadatan ini dilakukan berulang kali hingga elevasi (ketinggian) permukaan tambalan benar-benar sejajar, padat, dan rata dengan permukaan jalan aspal di sekitarnya guna menghindari efek kejut bagi kendaraan yang melintas.

Baca juga :  Tongkat Jabatan Komandan KRI Layang-635 Diserahterimakan

​Dampak Positif bagi Konektivitas Wilayah

​Melalui pemeliharaan rutin yang konsisten dan berkelanjutan ini, diharapkan aksesibilitas transportasi antar-desa dan antar-kecamatan di wilayah Kecamatan Karangrejo serta daerah penyangga di sekitarnya dapat kembali berjalan optimal. Jalan yang mulus tidak hanya meminimalisir angka kecelakaan, namun juga secara langsung ikut mendukung kelancaran distribusi logistik dan perputaran roda ekonomi masyarakat setempat.

​Di samping itu, pihak berwenang di lapangan juga terus mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melintas untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjaga kecepatan berkendara, serta mematuhi rambu-rambu pengaman sementara yang dipasang petugas selama sisa proses perbaikan di beberapa titik jalur tersebut berjalan.

Advertisement

Pengaduan via WhatsApp?