
*Sidoarjo, 19 Agustus 2026*, centralberitanews.com – Di balik gerbang besi di Desa Tanggul, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, berdiri UD. Mentari Saos. Produsen sachet saos ini tak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada pengelolaan limbah cair yang dihasilkan setiap harinya.
Pemilik UD. Mentari Saos mengakui usahanya menghasilkan limbah cair.
“Ya…! kami produksi saos dan menghasilkan limbah cair setiap hari. Tapi dengan limbah cair yang dihasilkan bukan berarti saya tutup mata terhadap lingkungan sekitar, apalagi lingkungan tetangga saya sendiri!”, tegasnya.

Sebagai langkah nyata, UD. Mentari Saos secara mandiri berkoordinasi dengan *Pratama Putra aplikator Banyu IPAL* untuk pemasangan sistem pengolahan air limbah.
“Langkah ini bukan karena paksaan atau ancaman sanksi, tetapi kesadaran bahwa setiap tetes air limbah adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” ucap pemilik.
Seluruh proses pemasangan dilakukan di bawah bimbingan *Romi Harris Saputra*, praktisi lingkungan hidup. Setelah terpasang, dilakukan uji laboratorium selama ±14 hari untuk memastikan hasil olahan.
*TERBONGKAR dan TERUNGKAP*: Hasil uji laboratorium menyatakan air olahan UD. Mentari Saos telah memenuhi *35 parameter baku mutu sesuai Peraturan Menteri LHK No. 5 Tahun 2014*.
Ini bukan sekedar angka di kertas. Ini bukti bahwa home industri dengan tidak lebih dari 20 orang tenaga kerja mampu menjalankan prinsip industri berkelanjutan. Kepedulian lingkungan tidak harus menunggu besar dan tidak harus menunggu sosialisasi pemerintah.
Langkah kecil UD. Mentari Saos ini diharapkan menjadi teladan bagi pelaku usaha lain di Sidoarjo.
(Red).


