
Pasuruan .centralberitanews,com
memang H. Ramlan orang kaya dan terpandang. Dia memiliki usaha toko sembako terbesar se-Kecamatan Tiris, toko material, pertanian, dan usaha travel.
Terduga pelaku baru empat tahun menjadi menantu H. Ramlan. Tapi, dia sudah dibelikan dan diberikan beberapa harta. Mulai dari toko hingga mobil.
“Dulu saat menikah, status AS itu seorang duda. Kecurigaan ingin menguasai harta dan perangai buruk AS ini bahkan membuat saudara sulung korban minggat dari rumah,” terangnya.
Ayah korban, H Ramlan menerangkan bahwa dirinya dan menantu sebelumnya memang sudah tidak akur.
Sebab beberapa kali melihat perangai buruk menantunya tersebut tidak baik pada keluarga lainnya. Seperti memusuhi anak pertama dan gelagat ingin menguasai seluruh harta yang dimilikinya.
“Kalau tidak akur sudah lama. Tetapi tidak pernah menyangka terduga pelaku adalah dia. Hal ini diketahui dari hasil rekaman CCTV yang ada disekitar TKP, merekam ada aktivitas sebuah mobil Triton dobel kabin mondar-mandir. Atas perbuatan yang dilakukannya saya minta pelaku dihukum mati,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat perempuan ditemukan di parit yang ada di Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/12) pagi. Korban ditemukan dengan pakaian lengkap dan masih menggunakan helm.
Belakangan diketahui, dia adalah Faradila Amalia Najwa, 21, warga Desa/Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, yang juga mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Saat ditemukan, ia menggunakan jaket hitam dan celana panjang krem. Setelah olah TKP, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi.
Adalah Rohim, 45, warga Desa Klampisrejo, Kecamatan Kraton, yang menemukan mayat Faradila pertama kali. Saat hendak menuju sawah miliknya yang terletak di sisi timur jalan, ia melihat ada benda seperti sesosok tubuh. Begitu didekati, sesosok tubuh itu ternyata seorang perempuan dalam kondisi telungkup dan tidak begerak di dalam parit sisi timur jalan itu.
Rohim yang terkejut dan melaporkan kejadian itu pada temannya, Suud, 55, warga Desa/Kecamatan Wonorejo yang juga hendak memanen jagung.
Suud lantas melaporkan penemuan seorang perempuan yang tertelungkup itu pada kades setempat, Lukman Hakim.
Laporan ini diteruskan kades pada Polsek. Sekitar pukul 07.00, petugas polsek datang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Seketika itu ruas Jalan Raya Wonorejo, ramai warga yang melihat.
(Red)


