
TULUNGAGUNG Centralberitanews.com– Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tulungagung tahun 2026 resmi digelar mulai tanggal 20 hingga 30 April 2026. Agenda tahunan ini diikuti oleh ribuan siswa dari ratusan lembaga pendidikan di seluruh pelosok kabupaten.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, sebanyak 629 SD Negeri dan Swasta turut serta dalam pelaksanaan tes ini. Total peserta tercatat mencapai 10.747 siswa.
Untuk menjamin kelancaran dan ketersediaan infrastruktur IT, pelaksanaan dibagi ke dalam sistem gelombang:
4 Gelombang Utama dan 1 Gelombang Khusus.
Setiap gelombang dilaksanakan selama 2 hari.
Setiap harinya dibagi menjadi 4 sesi ujian guna memastikan efisiensi penggunaan perangkat komputer di sekolah.
Secara umum, pelaksanaan TKA terpantau aman dan kondusif. Namun, pada hari pertama sempat muncul sedikit riak teknis. Pada Gelombang 1 Sesi 1, terjadi keterlambatan munculnya Token Proktor sekitar 30 menit dari jadwal yang ditentukan.
Pihak sekolah segera bergerak cepat melaporkan kejadian tersebut kepada Tim Teknisi TKA Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung. Sebagai solusi atas keterlambatan tersebut, panitia memberikan opsi bagi sekolah yang terdampak untuk mengajukan ujian susulan agar hak siswa tetap terpenuhi.
”Kendala teknis di hari pertama sudah berhasil ditangani dengan baik berkat koordinasi cepat antara proktor sekolah dan tim teknis kabupaten,” ujar salah satu perwakilan panitia.
Dinas Pendidikan Melalui Kepala Bidang SD Dwi Teguh Prasetaya S.STP.,MM berharap sisa waktu pelaksanaan TKA hingga akhir nanti dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa dapat mengerjakan soal dengan tenang.
Nantinya, para siswa akan menerima Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA). Nilai yang tertera dalam SHTKA tersebut diharapkan memuaskan, karena memiliki peran krusial sebagai:
Indikator Capaian Akademik: Mengukur sejauh mana penguasaan materi siswa selama masa sekolah dasar.
Syarat Administrasi: Digunakan sebagai salah satu dokumen pendukung untuk mendaftar ke jenjang pendidikan berikutnya (SMP).
Dengan semangat kemandirian dan kejujuran, diharapkan lulusan SD di Kabupaten Tulungagung tahun ini mampu bersaing dan menunjukkan kualitas pendidikan yang unggul.
