

Magetan, Centralberitanews.com – Sudah menjadi Momentum tiap setahun sekali dari jaman nenek moyang terdahulu bahwa tradisi/ritual bersih desa harus tetap lestari sampai akhir jaman.
Tradisi bersih desa dapat didefinisikan sebagai wujud rasa syukur warga sebuah desa atas berkat yang diberikan Tuhan kepada masyarakat desa, baik dari hasil panen, kesehatan, dan kesejahteraan yang telah diperoleh selama setahun dan juga dengan melaksanakan doa bersama bagi para leluhur pendiri desa/ kelurahan dan kesejahteraan, keselamatan bagi masyarakat kedepannya

Ritual Bersih desa dilakukan oleh masyarakat desa/dusun untuk membersihkan dari roh-roh jahat (pagebluk) dan mendoakan para leluhur yang cikal bakalnya desa.
Seperti halnya yang dilaksanakan oleh Warga Kelurahan Tebon Kecamatan Barat Kabupaten Magetan, Yang melaksanakan momentumnya tahun ini, digelar di sebuah situs bersejarah yaitu di “Sendang Kyai Migit” yang berada di kelurahan tebon kecamatan barat kabupaten magetan.
Turut hadir berbondong bondong dalam acara rutin tahunan bersih desa di bulan suro ini, Lurah Andre, dan para perangkatnya, Juga seluruh masyarakat kelurahan tebon kecamatan barat kabupaten magetan.
Dalam keteranganya Andre menjelaskan bahwa, “Sebelumnya dipagi hari warga kelurahan tebon telah melakukan nyadran, slametan dan doa bersama (mujahadatan), di sendang kyai migit (05/08/2023).
Puncak acara tradisi bersih desa kelurahan tebon digelar kirab dengan membawa sesajian dari pendopo balai kelurahan tebon menuju ke sendang kyai migit dengan seluruh jajaran perangkat desa perangkat Rw hingga perangkat Rt, dengan memakai pakaian adat jawa, diikuti pula para pemuda Setia Hati Terate kelurahan setempat.
Tak kalah menariknya tradisi bersih desa kali ini yaitu gambyongan(langen beksan) diperuntukkan hanya bagi para ibu ibu seluruh penduduk setempat”.
”Kita bersama sama berdoa agar masyarakat kelurahan mendapatkan keberkahan dan dijauhkan dari sengkolo, pagebluk, masyarakat bisa hidup ayem–tentrem ,guyub rukun bersama–sama bangun desa lebih baik dari yang sudah terbaik, dan tak lupa mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang didapat, semoga di tahun depan bisa lebih berlimpah hasil panennya”
Dengan adanya kegiatan ini lanjut lurah ”Agar bisa menumbuhkan semangat dan motivasi kita sebagai penerus dalam upaya melestarikan adat istiadat juga untuk mengembangkan nilai budaya agar lebih berkembang,”Pungkasnya. (NdMag)
