
Merauke, centralberitanews.com – Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) XI Laksda TNI Joko Andriyanto, S.T., M.Tr.Hanla., M.A.P., yang diwakili Wadan Kodaeral XI Kolonel Laut (P) Ardhi Sunaryo, S.T., M.M., menyambut kedatangan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Saleh Mustafa, beserta rombongan di VIP Room Bandar Udara Mopah, Merauke, Papua Selatan, (24/10/26).

Dalam kunjungan tersebut, Wamentan RI didampingi oleh Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Dirjen LIP), Dr. Ir. Hermanto, M.P.
Kedatangan rombongan disambut oleh sejumlah pejabat TNI, Polri, dan pemerintah daerah, di antaranya Pangkogabwilhan III, Pangdam XXIV/MT, Danlanud J.A. Dimara, LO Polda Papua, Gubernur Papua Selatan, serta Bupati Merauke.
Kunjungan kerja Wamentan RI di Kab. Merauke merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meninjau secara langsung pelaksanaan program strategis sektor pertanian, khususnya dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Selama berada di Merauke, Wamentan RI dijadwalkan melaksanakan sejumlah agenda peninjauan lapangan. Agenda tersebut meliputi peninjauan lokasi program PM-AAS di Kampung Waninggapkai, Distrik Semangga; peninjauan perkebunan tebu dan pabrik bioetanol milik PT Global Papua Abadi (GPA) di Sermayam, Kecamatan Tanah Miring; serta peninjauan lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Muram Sari, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke.
Kehadiran Wamentan RI di wilayah Papua Selatan diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur TNI-Polri dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan pertanian.
Peninjauan langsung terhadap berbagai lokasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan program, potensi wilayah, serta berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian secara optimal.
Kodaeral XI terus mendukung sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan instansi terkait guna menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif, sehingga pelaksanaan program pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik.
