Hormati Jasa Para Pendiri Manggala, Plt. Bupati Tulungagung Hadiri Prosesi Sakral Wilujengan Leluhur 2026 di Kasepuhan Perdikan Majan

TULUNGAGUNG Centralberitanews.com – Dalam rangka merawat kelestarian adat istiadat tradisi luhur serta menghormati jasa-jasa para pendahulu yang mendirikan fondasi pemerintahan, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menghadiri ritual sakral Wilujengan Leluhur 2026. Kegiatan tahunan yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan oleh Yayasan Sentono Dalem Perdikan Majan, bertempat di kompleks bersejarah Kasepuhan Perdikan Majan, Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, pada Senin (22/06/2026).

​Kehadiran orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten Tulungagung tersebut disambut hangat oleh keluarga besar keturunan Perdikan Majan, tokoh adat, serta masyarakat setempat. Agenda ini dinilai memiliki urgensi tinggi tidak sekadar sebagai upacara seremonial keagamaan dan kebudayaan, melainkan juga sebagai instrumen refleksi historis bagi generasi masa kini dalam menyelami rekam jejak kepemimpinan masa lampau di Bumi Tulungagung.

​Refleksi Sejarah Kepemimpinan dan Kisah Kanjeng Kyai Upas

​Sebelum memasuki inti dari prosesi Wilujengan Leluhur, rangkaian acara diawali dengan pemaparan catatan sejarah yang sangat berharga. Pada kesempatan tersebut, Dr. GKP. Raden Moh. Ali Sodik, M.Pd.I., M.H., membacakan dengan saksama sejarah kepemimpinan para Bupati Tulungagung terdahulu, khususnya Bupati Tulungagung ke-4, ke-5, dan ke-10. Penjelasan historis ini membuka kembali memori kolektif mengenai dedikasi, visi, dan perjuangan jasmaniah maupun rohaniah para pemimpin terdahulu dalam membangun daerah.

Baca juga :  Pangkoarmada II Pimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat 97 Pamen Koarmada II

​Selain mengulas biografi para bupati, Dr. Raden Moh. Ali Sodik juga memaparkan asal-usul dan sejarah keberadaan pusaka legendaris Kanjeng Kyai Upas. Pusaka berupa tombak tersebut dikenal memiliki nilai spiritual dan historis yang sangat melekat kuat pada identitas budaya masyarakat Tulungagung. Melalui narasi sejarah ini, para hadirin diajak untuk memahami bahwa stabilitas dan kemakmuran yang dirasakan saat ini tidak lepas dari restu, doa, serta pengorbanan para tokoh masa lalu.

​Usai pembacaan sejarah, suasana berubah menjadi semakin khusyuk saat memasuki ritual ujub kenduri. Seluruh tokoh agama, sesepuh adat, dan pejabat yang hadir bersatu padu melantunkan kalimat-kalimat tayyibah, tahlil, serta doa bersama. Lantunan doa yang dipanjatkan secara berjamaah ini ditujukan khusus sebagai bentuk penghormatan tertinggi sekaligus memohon ampunan serta tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa bagi ruh para leluhur yang telah berjasa besar dalam linimasa sejarah Kabupaten Tulungagung.

​Ziarah Makam Protokoler dan Kehadiran Lintas Sektoral

Advertisement

​Sebagai penutup dari rangkaian ritual inti, Plt. Bupati beserta rombongan melakukan ziarah kubur ke makam para leluhur dan bupati pendiri Kabupaten Tulungagung. Kompleks pemakaman sakral ini terletak di sebelah barat Masjid Kasan Mimbar, sebuah bangunan tempat ibadah bersejarah yang menjadi saksi bisu perkembangan syiar Islam dan roda pemerintahan di wilayah Kasepuhan Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru.

Baca juga :  Patroli Satgas Preventif di Kantor Partai Politik di Kota Denpasar

​Acara yang berlangsung penuh khidmat ini juga menunjukkan soliditas jajaran birokrasi dan elemen masyarakat. Turut hadir mendampingi Plt. Bupati di antaranya adalah sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tulungagung, para camat dari berbagai wilayah, hingga unsur pendidikan seperti kepala sekolah tingkat SD, SMP, MI, dan MTs. Perwakilan tersebut berasal dari lintas kecamatan, meliputi wilayah Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung Kota, Karangrejo, Boyolangu, Ngantru, dan Kauman.

​Sambutan Plt. Bupati: Menjaga Warisan dan Menyongsong Jamasan Kyai Upas

​Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., pertama-tama memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan nikmat kesehatan sehingga seluruh elemen masyarakat dapat berkumpul guna merajut tali silaturahmi dalam agenda budaya ini. Beliau menekankan bahwa Wilujengan Leluhur di Perdikan Majan bukan sebuah kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan kesatuan integral dari tradisi Jamasan Kanjeng Kyai Upas yang digelar rutin menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung.

​”Keadaan Kabupaten Tulungagung yang damai, tenteram, dan dapat kita nikmati bersama saat ini merupakan buah manis dari hasil perjuangan, tetesan keringat, dan pemikiran luhur para pendahulu kita. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban moral kita bersama untuk senantiasa bersyukur, mendoakan mereka yang telah berpulang, serta yang paling utama adalah meneruskan nilai-nilai perjuangan, integritas, dan gotong royong yang telah diwariskan kepada kita,” tegas Ahmad Baharudin dalam pidatonya.

Baca juga :  Polda Bali Gelar Apel Sebagai Upaya Revitalisasi Satkamling

​Mengakhiri arahannya, Plt. Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan ajakan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Tulungagung untuk ikut ambil bagian, mendukung, serta memeriahkan upacara adat Jamasan Kanjeng Kyai Upas. Sesuai dengan jadwal yang telah disusun, ritual pembersihan pusaka tersebut direncanakan bakal berlangsung pada hari Jumat, 3 Juli 2026 mendatang. Agenda Jamasan ini dipastikan menjadi salah satu daya tarik utama sekaligus puncak pelestarian budaya dalam rangkaian menyambut Hari Jadi Kabupaten Tulungagung tahun ini.

Advertisement

Pengaduan via WhatsApp?