
Bangkalan, centralberitanews.com – Upaya meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus digencarkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan. Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangkalan, HMI mendorong pengelolaan limbah cair yang lebih baik melalui edukasi publik dan rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lingkungan pondok pesantren.
Langkah tersebut mengemuka dalam kegiatan peluncuran dan bedah buku bertema “Membangun Kesadaran Etika melalui Pengolahan Air Limbah” yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bangkalan ke-495.
Ketua HMI Cabang Bangkalan, Kresna Bayu, S.H., mengatakan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan perhatian bersama. Menurutnya, kesadaran menjaga alam harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk memastikan limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari dikelola dengan baik.
Ia menilai, pengolahan limbah tidak cukup hanya mengandalkan imbauan. Diperlukan aksi nyata serta penerapan teknologi yang tepat agar air limbah dapat diolah sebelum dialirkan kembali ke lingkungan.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, MUI Bangkalan dan HMI Bangkalan merencanakan pemasangan IPAL untuk Pondok Pesantren Nurul Kholil. Fasilitas itu diharapkan menjadi proyek percontohan yang dapat mendorong lembaga pendidikan dan masyarakat lainnya untuk menerapkan pengelolaan limbah secara lebih bertanggung jawab.
“Kami berharap dengan bantuan praktisi lingkungan hidup, Romi Harris Saputra, pengolahan air limbah di Pondok Pesantren Nurul Kholil bisa direalisasikan pada akhir tahun ini sebagai langkah awal membangun kesadaran pengelolaan limbah,” ungkap Kresna.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip menjaga keseimbangan alam dalam setiap aktivitas manusia. Sumber daya yang dimanfaatkan hendaknya tidak meninggalkan dampak pencemaran yang merugikan lingkungan maupun makhluk hidup lainnya.
Selain membahas rencana penerapan teknologi pengolahan limbah, kegiatan tersebut turut memperkenalkan buku hasil kolaborasi empat penulis dari latar belakang keilmuan dan profesi berbeda.
Keempat penulis tersebut yakni Kresna Bayu, S.H., Ketua HMI Cabang Bangkalan; Bahrulloh, S.H., Ketua Bidang HAM dan Lingkungan Hidup HMI; Romi Harris Saputra, S.T., praktisi lingkungan sekaligus Pimpinan Basis News; serta Akhmad Syahruddin, S.T., aplikator IPAL.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan gagasan akademis, gerakan mahasiswa, dan pengalaman praktis dalam mencari solusi atas persoalan pencemaran lingkungan.
Diskusi juga menghadirkan sejumlah tokoh sebagai penanggap, yakni KH. Makki Nasir, M.Pd., Ketua MUI sekaligus Ketua PCNU Bangkalan; Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., Rektor Universitas Trunojoyo Madura; serta dr. Hamid Nawawi, Sp.A., dokter spesialis anak.
Ketiganya memberikan perspektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari sudut pandang keagamaan, akademis, dan kesehatan. Pembahasan ini sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan limbah berkaitan erat dengan kualitas lingkungan dan upaya menjaga kesehatan masyarakat.
Keterlibatan kalangan ulama juga menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir pula jajaran pimpinan puskesmas dan klinik di Kabupaten Bangkalan, yang menunjukkan relevansi persoalan pengelolaan limbah dengan sektor pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, MUI dan HMI Cabang Bangkalan berharap kesadaran terhadap lingkungan tidak berhenti pada diskusi dan publikasi buku.
Rencana penerapan pengolahan limbah cair melalui Pratama Putra aplikator BANYU IPAL di Pondok Pesantren Nurul Kholil diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan pengelolaan limbah yang lebih baik sekaligus menginspirasi institusi lain.
“Kepedulian terhadap lingkungan pondok pesantren melalui pemasangan instalasi pengolah air limbah adalah hal yang sangat penting, terutama ini menyangkut kebutuhan utama manusia yaitu air”, kata kyai Makki”
Dengan sinergi antara organisasi mahasiswa, ulama, pemerintah, akademisi, dan praktisi, upaya menjaga lingkungan di Kabupaten Bangkalan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan melalui edukasi, penerapan teknologi, serta keterlibatan masyarakat.
